Hubungi Kami

Menu Close

7 BEKAL BERHARGA AGAR RAMADHAN LEBIH BERMAKNA (Muqaddimah)

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هدي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل على محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

يا أيها الناس أصيكم وإياي بتقوى الله فقد فاز المتقون.
يَا أَيُّها الذين آمنوا تقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمونَ.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تسائلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا. أما بعد

فإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.

Ikhwani wa akhwati rahimani wa rahimakumullah

Semoga Allah ﷻ merahmati kita semua dan memberikan kita umur yang panjang, kesempatan yang berkah, hari-hari yang di dalamnya kita taat kepada Allah ﷻ, dan menutup kehidupan kita dengan hal yang dicintai dan diridhai Allah ﷻ.

Menjelang masuknya Ramadhan tahun ini, mari kita sama-sama mempelajari dan saling ingat mengingatkan akan bekal-bekal penting di dalam memasuki bulan yang agung ini sebagai bentuk kesyukuran kepada Allah ﷻ.

Karena itu Nabi ﷺ, apabila Ramadhan akan datang, beliau ﷺ ingatkan akan keutamaannya. Seperti dalam hadits Abu Hurairah riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan pun dibelenggu.”(HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah)

Alqadhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas dapat bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya setan-setan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Hal ini berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188.)

Rasulullah ﷺ ingatkan kita bagaimana besaranya nikmat datangnya Ramadhan itu.

Semoga Allah ﷻ melipatkangandakan pahala untuk semuanya yang terlibat dalam kegiatan Ramdan menjadikan amalan mereka masuk dalam keutamaan yang disebutkan oleh Nabi ﷺ,

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم : مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Dari Abu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasûlullâh ﷺ bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)

Sebagaimana saya bermohon kepada Allah ﷻ agar diberikan ilmu yang bermanfaat, yang berbuah dengan amalan saleh, dan memberikan kita kelapangan rezki dan umur.

Semoga Allah ﷻ yang memudahkan kita berkumpul di di momen ini dalam ketaatan, dan kelak juga mengumpulkan kita di surgaNya yang penuh dengan keutamaan,

إنه وَلِيُّ ذلك والقادر عليه

Ikhwani wa akhwati rahimani wa rahimakumullah

Datangnya Ramadhan diingatkan Rasulullah ﷺ disertai penjelasan keutamaan-keutamaan. Di antaranya beliau ﷺ bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam An Nasa-i dan selainnya dan sahabat Abu Hurairah ,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

Rasulullah ﷺ bersabda dan memberikan kabar gembira kepada para shahabatnya, “Akan datang kepada kalian Bulan Romadhon, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan bagi kalian puasa pada bulan tesebut. Pada bulan tersebut dibukakan pintu surga dan dikunci pintu neraka jahim serta syaithon dibelunggu. Pada malam harinya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tercegah mendapatkannya maka sungguh dia telah tercegah (dari berbagai keberkahan).” (HR. Ahmad dan An Nasa’i. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Berkata Prof. Dr. Abdurraazaq bin Abdul Muhsin Al Badr hafizhaullah, “Sabda Nabi ﷺ (قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ) ‘Akan datang kepada kalian Bulan Ramadhan’ yakni maka persiapkanlah untuk menyambut tamu agung ini. Persiapkan diri kalian untuk memuliakannya dan memenuhi haknya, persiapkanlah diri kalian untuk itu. Karena sesungguhnya Romadhon sebagaimana datangnya cepat perginya pun cepat. Oleh karena itu persiapkanlah diri kalian untuk melaksanakan amal-amal yang mulia dan berbagai keta’atan serta berbagai ibadah yang kalian suka membawanya bila kalian bertemu dengan Rabb kalian, Allah ﷻ”

Bulan Ramadhan dalam hadits ini disebut dengan bulan yang penuh berkah. Berkah dalam bahasa Arab artinya: katsratul khair, banyak kebaikan, terus bertambah dan berkembang.

Karena di dalam bulan ini terdapat berbagai keberkahan untuk ummat Islam dalam perkara dunia dan akhirat mereka. Maka, kesempatan datangnya Ramadhan ini, harusnya kita sambut dengan kesyukuran.

Dekatnya saat perjumpaan dengan Ramadhan, terhadap seorang mukmin dan mukminah yang cinta kepada Allah ﷻ, yang cinta kepada RasulNya ﷺ, yang cinta kepada ketaatan, maka api kerinduannya terhadap bulan itu semakin berkobar dan bertambah.

Terlihat langkahnya dalam rangka menyambut Ramadhan, ada persiapan-persiapan di dalam hal tersebut. Apalagi ini adalah sebuah peluang dan kesempatan di dalam umur. Orang yang mendapati Ramadhan adalah orang yang sangat beruntung.

Di antara ummat Islam ada yang tidak sempat berjumpa dengannya. Sudah kembali kepada Allah ﷻ. Di antara mereka ada yang masuk ke dalam Ramadhan tapi tidak bisa beraktifitas di dalamnya karena uzur sakit dan semisalnya. Maka, siapa yang diberikan oleh Allah ﷻ kesempatan untuk berjumpa dengan Ramadhan itu adalah nikmat yang sangat besar.

Perhatikan sebuah kisah yang sangat menakjubkan. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad dan selainnya dari sahabat Thalhah bin Ubaidillah radhiallahu ‘anhu. Beliau radhiallahu ‘anhu mengisahkan bahwa ada dua orang yang mendatangi kota Madinah. Kedua orang ini masuk ke dalam Islam. Keislaman mereka bersamaan. Karena keduanya bersal dari luar kota Madinah, maka Thalhah bin Ubdaidillah radhiallahu ‘anhu pun menampung dua orang ini di rumahnya.

Salah seorang dari keduanya sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah, yang satunya biasa-biasa saja. Orang yang bersungguh-sungguh ini suatu pergi berjihad di jalan Allah ﷺ, dan mati syahid. Kawannya yang satu, masih hidup setelahnya satu tahun. Setelah itu ia juga wafat kembali kepada Allah ﷻ. Maka kejadian ini sangat membekas di hati Thlahah bin Ubaidillah radhiallahu ‘anhu.

Suatu malam Thalhah bin Ubaidillah melihat orang ini dalam mimpinya. Dia bersama dua orang ini di depan pintu surga. Maka keluarlah orang dari surga kemudian mengajak orang yang terkahir meninggual dunia.

Orang yang kedua meninggal apakah ibadahnya biasa-biasa saja atau giat? Yang biasa-biasa saja ibadahnya. Subhanallah! Dia duluan masuk surga.

Kemudian keluar lagi orang dari Surga lau mengajak orang yang mati syahid untuk masuk surga.

Keduanya berkata kepada Thalhah bin Ubaidillah, “Kamu pulanglah dahulu. Belum saatnya kamu masuk disni.”

Dan ini juga kabar gembira untuk Thalahah bin Ubaidillah radhiallahu ‘anhu akan masuk surga. Dan Nabi ﷺ memang telah mengabarkan bahwa dia satu di antara 10 orang sahabat yang dijamin masuk surga.

Maka di pagi hari dia menceritakan mimpinya kepada para sahabat. Dan mereka semua heran, kenapa yang terakhir meninggal duluan masuk surga. Akhirnya kisah ini sampai ke Nabi ﷺ.

Kalau sudah sampai kepada Nabi ﷺ dan beliau ﷺ tidak mengingkarinya, artinya mimpi itu benar.

Maka Nabi ﷺ bertanya kepada para sahabat,

من أيِّ ذلك تَعْجَبُون

“Yang mana yang kalian herankan?”

Ya Rasulallah, yang ini mati syahid, lebih giat beribadah, kenapa kawannya yang ibadahnya biasa-biasa saja, matinya juga bukan syahid, kenapa dia yang duluan masuk surga?

Kata Nabi ﷺ, “Bukankah dia hidup setelah saudaranya satu tahun?” Para sahabat berkata, “Benar ya Rasulallah.”

وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ

“(Bukankah dalam setahun ini) dia mendapati Ramadhan?”

“Benar ya Rasulallah.”

“Bukankah dalam setahun ini dia telah sujud sekian dan sekian ribu sujud?” (Catatan: Jumlah sujud dalam shalat wajib selama satu tahun: 17 Rakaat x 2 sujud x 355 hari = 12.070 sujud. Kalau miladiyah: 17 rakaat x 2 sujud x 365 = 12.410 sujud)

“Benar ya Rasulallah.”

Kemudian Nabi ﷻ berkata,

والذي نفسي بيده فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggamanNya, antara keduanya jauhnya antara langit dan bumi.”

Karena itu, ketika Allah ﷻ memberikan kesempatan kepada muslim dan muslimah, diberi umur panjang oleh Allah ﷻ maka itu adalah peluang, anugerah, wajib kita syukuri. Apalagi jika dia bisa masuk ke dalam bulan Ramadhan.

Baik, in syaa Allah di sini ada 7 bekal yang ingin saya sampaikan pada tulisan ini.

Mudah-mudahan 7 bekal ini bisa menjadi pedoman untuk kita semua di dalam mendulang pahala sebanyak-banyaknya di dalam bulan Ramadhan.

Dan saya berharap 7 bekal ini menjadikan Ramadhan kita lebih bermakna dan lebih berkah. Dan bekal-bekal masuk Ramadhan berupa ilmu yang berkaitan dengannya sangatlah penting.

Jangan sampai kita luput dari keutamaan dan pahala. Berlalu dihadapan kita setiap hari, berlalu bersama kita dalam kehidupan kita, karena kita tidak tahu ilmunya akhirnya luput dari kita semua.

Para sahabat itu, kalau luput dari mereka suatu kebaikan, luar biasa penyesalan mereka.

Dalam hadits Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, disampaikan kepada beliau bahwa Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi ﷺ,

من تبع جنازة فله قيراط

“Siapa yang mengikuti jenazah (sampai ke kuburan) maka baginya (pahala) satu qirath.”

Satu qirath sama dengan satu gunung besar. Dan paling kecilnya seperti gunung Uhud.

Ketika mendengarkan hadits ini, Ibnu Umar kirim orang kepada Aisyah radhiallahu ‘anha mempertanyakan tentang kebenaran hadits yang disebutkan oleh Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu tersebut.

Maka Aisyah radhiallahu ‘anha, berkata, “Iya benar. Saya juga mendengar Nabi ﷺ berkata demikian.”

Maka, Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma berkata,

لقد فرّطنا في قراريط كثيرة

“Sungguh kita selama ini telah menelantarkan banyak qirath.”

Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma tidak tahu haditsnya sehingga menelantar banyak kebaikan. Begitu juga kita, jika tidak tahu ilmunya, sungguh banyak sekali kebaikan yang kita telantarkan.

Beda dengan kita ya, kita banyak tahu kebaikan tapi banyak juga menelantarkan.

Semoga Allah ﷻ mengampuni dan memaafkan kita.

Maka ilmu itu sangat penting. Ketika sampai ilmu kepada seseorang, maka dia bisa melihat lahan-lahan ibadah, pintu-pintu ketaatan. Mungkin dia dia-diam saja, dia bertafakkur, dan dia masuk ke dalam berbagai bentuk ibadah, dimana orang tidak mengetahuinya.

Itu di antara keindahan ilmu agama.

Dan akan dijelaskan pada kesempatan ini, yang terkait dengan hal itu, sebagai bekal kita menyambut Ramadhan.
Bersambung ke tulisan ke-2

By: Mahmudi Abu Shafiyah
Ketua Panitia Kampung Ramadhan Mubarak AIS 1442/2021


Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan Panitia Ramadhan adalah sebagai berikut:

  1. Shalat 5 waktu dan shalat Jumat
  2. Shalat Taraw1h berjama’ah (1/2 juz per malam)
  3. Buka bersama dengan jumlah (jumlah terbatas)
  4. Kajian ilmiyah
  5. I’tikaf dan Qiyamullail 10 malam terakhir

Donasi Kegiatan Kampung Ramadhan AIS 1442/2021 dapat ditransfer ke: BRI-Syariat
Nomor Rekening: 1061080488
Atas Nama DKM Mesjid Al Kahfi

Konfirmasi transfer (Call/WA)
a. 0821-2278-7870 (Ust. Solahudin, S.Pd.I)
b. 0815-3126-193 (Ust. M. Ihsan Al Insani, S.Pd.)
c. 081214311105/08128881021 (Mahmudi Arif Dahlan)
d. 08192250122 (Ust. Abdul Yasir, S.Pd)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *